Selasa, 01 Maret 2011

Ketahuilah Apa yang Terpenting Dalam Hidupmu!


Dulu, ada seorang Kaisar yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya & melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.Dia melaju & terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar & letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yg maha seluas.

Akhirnya tiba ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat, & hampir mati & aku hanya butuh tanah seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri.

Cerita ini mirip dgn perjalanan hidup kita. Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan. Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati.

Anda percaya ada kehidupan sesudah mati? Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan. Maka mulai sat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10tahun lagi? Atau 40tahun lagi? Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yg tahu.

Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah hidup yg seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya, dan terutama: TAHU APA YG TERPENTING DALAM HIDUPMU!!

Hati Seorang Istri Sholeha


Jika aku harus memilih memiliki tubuh langsing seperti sebelum menikah atau berperut buncit karena mengandung anak kita. Maka aku akan memilih untuk mengandung, karena disaat itulah aku rasakan kekuatan untuk melindungi dan mencintai..

Jika aku harus memilih memiliki payudara indah seperti para model atau payudara yang membengkak karena air susu. Maka aku akan memilih payudara membengkak yang mampu memberi kehidupan. Karena disanalah aku belajar untuk berkorban dan memberi kehidupan.

Jika aku harus memilih untuk melahirkan sesar atau berjuang untuk melahirkan. Maka aku akan memilih untuk berjuang sekuat tenaga melahirkan anak kita. Karena menunggu kelahiran anak kita dari menit ke menit, yang begitu menyakitkan adalah seperti menunggu antrian menuju Jannah-Nya. Sehingga ketika bayi kecil kita terlahir dengan Asma Allah, para malaikat pun tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit.

Jika aku harus memilih hidup tanpa beban dan bebas seperti saat aku belum menikah atau hidup dengan segala keterbatasan bersamamu dan buah cinta kita. Maka aku akan memilih untuk selalu bersamamu

Percayalah, aku tak pernah menyesali keputusan untuk menikah denganmu diusia dini, bahkan sebelum aku berhasil merampungkan kuliahku. Aku tak pernah menyesal memilih seorang laki-laki sederhana untuk menjadi Qowwam dalam rumahtangga. Karena laki- laki sederhana itu menghadirkan banyak cinta untukku.

Tetaplah bersamaku mengarungi bahtera ini, karena akan begitu banyak ombak yang akan menghadang lajunya. Tetaplah menggenggam tanganku dalam keyakinan berpasrah atas setiap ketentuan-Nya. Tetaplah mencintaiku dengan cinta yang tiada pernah ingkar…

Aku begitu bahagia menjadi istrimu :")

Duhai Pria....Duhai Wanita

 Ketika AKU menciptakan langit dan bumi,
AKU berfirman “Kun fa yakuun” dan jadilah.
tapi ketika AKU menciptakan pria,
AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya....

Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah
AKU meniupkan nafas kehidupan ke pria
karena lubang hidungmu terlalu lembut.....
AKU membiarkan pria tertidur nyenyak sehingga..AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri...
Dari satu tulang AKU menghiasmu.

AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru
dan mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan....
Dari satu tulang ini AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik....

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah....
Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dalam pria, hati dan jantungnya.

Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,
paru-parunya yang menggenggam nafas kehidupan....
dan tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah
sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.

Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya
tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat....

Engkau adalah malaikatKU yang sempurna.
Engkau adalah gadis kecilKU yang cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna,
dan mataKU terpuaskan ketika AKU melihat hatimu.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dalam bentuknya.
Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.

AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur....
AKU menggenggam hatimu dekat denganKU.

Dari semua yang hidup dan bernafas,
engkau adalah yang paling mirip dengan AKU....
Adam berjalan bersamaKU di hari yang dingin dan dia kesepian.
Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuhKU.
Dia hanya dapat merasakanKU.

Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganKU,
AKU membentuknya di dalam kamu. KekuatanKU, kemurnianKU, cintaKU, perlindunganKU, dan dukunganKU.
Engkau adalah istimewa karena engkau adalah perpanjangan tanganKU....

Pria melambangkan citraKU, wanita-perasaanKU.
Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati.

Jadi Pria, perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, karena ia lembut.

Menyakitinya, berarti engkau menyakitiKU....
Apa yang engkau lakukan kepadanya,
engkau melakukannya kepadaKU.
Jika engkau menghancurkannya,
engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri....

Wanita dukunglah pria.
Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.

Kisah Si Adik Ari-Ari

Katanya, sebagian besar masyarakat menganggap, bahwa plasenta [ari – ari] bagian yang tidak terpisahkan dari sang bayi. Oleh karena itu katanya plasenta atau ari – ari sebaiknya dirawat sebaik mungkin, dicuci sampai bersih dibungkus kain kafan, kemudian dikubur yang agak dalam. Bahkan katanya, ia juga harus diberi lampu listrik atau minyak, serta ditaburi bunga – bungaan, seperti layaknya orang meninggal.Pemahaman ini katanya berdasarkan pendapat secara turun temurun yang menganggap ari – ari adalah kakak bayi, yang telah menemani sang bayi selama dalam kandungan. Di sebagian masyarakat Jawa, ari – ari mendapat sebutan adi ari - ari [adik ari – ari]. Secara urutan, yang paling tua adalah kakang kawah [ketuban], adik ari – ari [ plasenta], dan jabang bayi [si bayi]. Dengan urutan ini si bayi adalah paling muda, dengan demikian penghormatan kepada yang lebih tua, sebaiknya dilakukan agar tidak tertimpa bencana. Demikian kata sebagian orang.Secara medis plasenta berperan besar dalam mengatur lalulintas suplay dan pembuangan berbagai unsur yang dibutuhkan janin untuk terus hidup. Misalnya saja, mengatur lalulintas oksigen dan karbondioksida, demikian juga halnya memasukkan nutrisi dan mengeluarkan sisa asupan janin. Sebagai tambahan atas fungsi ini, plasenta juga memproduksi hormon – hormon yang dibutuhkan ibu di sepanjang masa kehamilannya, guna menjaga kelangsungan hidup janin, yaitu HCG [Hormon Chorionic Gonadotropin], estrogen juga progesteron.Apabila plasenta tidak bekerja dengan baik, kemungkinan akan timbul bermacam – macam kelainan pada bayi. Dan yang pasti, yang menemani bayi di dalam rahim adalah plasenta sebagai penyambung hidup sang janin. Dan, apabila plasenta mengalami kelainan dan tidak mampu menyuplai oksigen dan nutrisi kepada janin maka janin akan mengalami kematian dalam kandungan. Boleh jadi, dengan peran yang cukup besar itulah maka sebagian orang menganggap bahwa ari – ari demikian luhur dalam menjaga kelangsungan hidup janin khususnya dan populasi manusia pada umumnya. Namun, Pusat Konsultasi Syariah yang diasuh oleh para doctor syariah seperti Dr. Salim Segaf Al – Jufri, yang beralamat di www.syariah online, menjelaskan tidak ada dasar hukum yang mengharuskan ari – ari dikubur.Hanya saja, menurut Pusat Konsultasi Syariah itu, sebaiknya dikembalikan saja kepada maslahatnya.Mungkin yang lebih baik memang dikubur atau dipendam, agar tidak menjadi penyakit atau mengotori lingkungan. Dengan demikian, hukum penguburannya tidak ada landasan hukumnya dalam Islam. Bilapun ingin dikuburkan sebaiknya hanya diniatkan untuk mencegah timbulnya penyakit. Karena dikhawatirkan bila plasenta dibiarkan di tempat terbuka, akan membusuk dan menimbulkan penyakit. Jadi, boleh saja mengubur plasenta alias si adik ari – ari. Tapi, jauhkan syirik dari kita. Karena semua itu hanya katanya …..?

Veezzz..

Kamis, 03 Februari 2011

BUNDA


Bunda. . .

Kau tak peduli berapa tetes darah yang kau buang agar ku bisa melihat dunia.

Kau tak peduli nyawamu hilang agar ku mampu merasakan sebuah kehidupan.

Kau tak pedulikan rasa kantukmu tuk hentikan tangisku yang memecah malam.

Kau tak pedulikan rasa letihmu tuk menjagaku.

Kau tak pedulikan berapa tetes keringat yang kau gadaikan tuk merawatku.

Kau tak pedulikan rasa rindu dan sakit hatimu ketika ku tlah dewasa dan beralih meninggalkanmu.

. . . . . .

Coba renungilah sesaat. . .

Dikala ibumu tertidur lelap.Dan sangat lelap. . .
Matanya tak mampu lagi terbuka.
Senyumnya tak lagi mampu hiasi wajahnya.
Tangannya tak mampu lagi mengusap lembut pipimu.
Kakinya tak mampu lagi bergerak tuk membuat sarapan untukmu.

Apa yang mampu kau lakukan?
Pernahkah kau berfikir setitik saja kau membalas kebaikannya?

Bunda. . .

Maafkan aku yang tak mampu menjadi yang terbaik untukmu.

Maafkan aku yang tak mampu mengembalikan senyummu.

Hanya sebuah doa yang mampu kuberi sebagai kado terindah untukmu. . .

Selamanya. . . .

DIAM ITU EMAS


Kemarin saya tersentak oleh BB message seorang sahabat “Di, tahu gak bahwa apa yang keluar dari mulut kita itu adalah kita” dan kemudian saya merenung atas apa apa yang pernah saya ucapkan, perkataan baikkah atau kata kata yang menyakitkan saya yang mampu saya ucap, atau rentetan dusta yang tak mampu saya bendung, lalu terbayang oleh saya ketika sumbu amarah saya tersulut oleh perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan hati, saya memaki dengan kata kata “bodoh” yang jika dikaitkan dengan pesan sahabat saya tadi, kata bodoh yang saya tunjukkan untuk orang lain sesungguhnya itu adalah saya, iya itulah saya, ketika saya mengatakan orang itu “ular berkepala dua” karena suka mengadu domba dan memfitnah, mungkin saya juga begitu, jadi siapa saya, saya adalah yang keluar dari mulut saya itu, ya ALLAH...

Beberapa hari yang lalu guru mengaji menasehati saya dengan kata kata yang indah, “Di, diam itu adalah emas, diam adalah ibadah yang tanpa bersusah payah, diam adalah perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah, diam adalah kehebatan tanpa kerajaan, benteng tanpa pagar, kekayaan tanpa meminta kepada orang, istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal, penutup segala aib“

Subhanallah, indahnya diam …

Saya mulai berpikir, jika dalam sehari itu ada 24 jam, dikurangi jam tidur saya 6 jam maka saya punya waktu hidup 18 jam dalam 18 jam ini berapa banyak kata kata bak meteor yang keluar dari mulut saya? Jalan di Jakarta yang padat membuat saya emosi dan memaki motor yang nyerempet mobil saya seenaknya, di rumah ada si mbok yang kerap saya perintah dengan kata yang kurang manis, di tempat saya menjemput rejeki saya berhadapan dengan orang orang yang tidak selalu manis dan saya membalasnya dengan lebih pahit lagi, ke Ayah dan Bunda saya, mungkin saya tak bermaksud membentak tapi “huh” yang keluar dari mulut saya mungkin melukainya, jika saya tak mampu berkata kata yang menyenangkan sebaiknya saya diam, jika hanya bisa bohong dan bohong yang keluar dari mulut saya sebaiknya saya gak bicara sama sekali, jika hanya luka dan makian mending lakban deh mulut :(

Sungguh lidah memang tak bertulang, setiap gerakannya akan menggetarkan pita suara, dan suara yang keluar jika tak bernilai kebaikan sebaiknya diam, dan mustinya saya harus selalu ingat bahwa setiap gerakan lidah akan dimintai pertanggungjawaban oleh ALLAH di mahkamah ALLAH nanti, iya lidah akan dihisab, bicara apa dan berkata apa, di mahkamah ALLAH tidak ada pengacara yang akan membela apalagi membenarkan ucapan saya, di sana lidah saya hanya akan berkata jujur tentang semua yang pernah saya ucapkannya, dan betullah seharusnya saya DIAM ketika tidak bisa berkata benar, diam dan dzikir loh yah, bukan diam terus ngelamun jorok *ah itu sih elo Di*

Semakin banyak bicara semakin banyak salah, maka diam itu tidak pernah salah, jadi mulai sekarang ada baiknya kita belajar menjadi pendengar dan bukan pembicara, kekasih ALLAH itu diamnya dzikir, bicaranya dakwah, kan gitu yah?

“Kalau dihina Di?” gak usah dibalas dengan hinaan, rugi lah mengotori lidah dengan menghina orang itu lagi, ketika ada orang yang menghina saya kan orang itu sedang menghina dirinya sendiri kan sebetulnya, ketika saya membalas lagi dengan hinaan, terus apa bedanya dong saya dengan dia, gak deh !! abis pahala dan energi hanya untuk membalas sesuatu yang gak penting lagi buat kita bukan? biarkan saja… sudahi saja dengan diam dan senyum manis.

Kata orang ”Setan itu mencari sahabat sahabatnya dan ALLAH melindungi kekasih kekasihNYA” salah satu agar dicintai ALLAH dan menjadi kekasih ALLAH adalah dengan menjadi ahli dzikir dan sifat dari para ahli dzikir itu “diamnya dzikir, bicaranya dakwah” …